agen bola terpercaya - Siapa pun pemain yang masuk skuad Persib Bandung bisa dikatakan beruntung.Di tengah krisis keuangan yang melanda sebagian besar klub,Maung Bandung jadi salah satu klub yang paling konsisten dalam memenuhi hak para punggawa yang terlibat di dalamnya,baik pemain,pelatih,maupun ofisial.
Sejak PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) mengambil alih hak pengelolaan Persib dari Pemerintah Kota Bandung, pertengahan tahun 2009,tim yang berdiri pada 14 Maret 1933 tersebut memiliki kondisi keuangan yang tergolong sehat. Tidak mengherankan jika kemudian banyak pemain lokal maupun asing yang tak kuasa menolak saat mendapat tawaran bermain di klub yang menurut survei memiliki fans lebih dari 5 juta orang tersebut.
Dalam empat musim di bawah pengelolaan PT PBB,hampir tak pernah terdengar adanya masalah tunggakan gaji pemain di Persib. “Kalaupun ada keterlambatan,hanya beberapa hari.Saya kira hal itu masih bisa di toleransi karena keterlambatannya tidak sampai berminggu-minggu atau berbulan-bulan. Ini komitmen Persib untuk tidak menelantarkan para pemain,khususnya menyangkut hak mereka,”kata Manajer Persib Umuh Muchtar.
Dengan kondisi keuangan yang jauh lebih sehat dibandingkan kontestan Indonesia Super League (ISL) lainnya, pengurus teras PT PBB tidak mau terlalu reaktif dalam menyikapi seruan boikot yang didengungkan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI). Seperti diketahui,APPI sempat menyampaikan imbauan kepada seluruh pemain sepak bola nasional untuk memboikot kompetisi musim 2012/2013.
Itu dengan catatan masih terjadi persoalan klub melakukan penunggakan gaji kepada para pemainnya. Acuannya ketika banyak klub,baik di Kompetisi ISL maupun IPL,menunggak gaji para pemain hingga berbulan-bulan. Bahkan,klub PSPS Pekanbaru terlilit masalah hingga harus menangguhkan gaji pemain dan pelatihnya sampai 10 bulan.
Menyikapi persoalan ini,Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono menyatakan perlu kajian lebih mendalam bagi pihaknya sebelum memastikan untuk mengikuti atau menolak ajakan APPI. “Saya kira persoalan ini perlu dijawab secara institusi,bukan perseorangan. Karena itu,mengapa kami harus mengkaji dulu sebelum memberikan respons apa yang bakal kami lakukan terkait ajakan dari rekan-rekan dari APPI,”cetus Kuswara.
Kuswara menyatakan yang sepantasnya menjawab dan merespons seruan dari APPI tersebut bukan klub,melainkan pemain sebagai objek yang dimaksud APPI. “Mungkin yang harus memberikan tanggapan dan aspirasinya adalah pemain. Karena yang menjadi objeknya adalah pemain.Meski begitu,hal ini tetap ada kaitannya dengan klub.
Menurut saya,klub hanya bisa melakukan langkah untuk meyakinkan kepada pemain yang memperkuat klub.Bagi kami,aspirasi merupakan dorongan untuk bisa menjaga dan meningkatkan profesionalisme klub yang sudah kami bangun,”tandas Kuswara. - agen casino
Tidak ada komentar:
Posting Komentar