agen bola terpercaya - Bagaimana nasib sepak bola Indonesia tahun 2013? Pertanyaan yang sulit untuk mendapatkan jawaban positif. Berkaca ke belakang, gambaran tahun 2013 bukan periode yang mudah bagi sepak bola Tanah Air.
Konflik yang berkelanjutan hingga an cam - an sanksi FIFA menjadi problem yang terus menghantui. Tahun 2012 memang menjadi tahun terkelam sepanjang sejarah persepakbolaan Indonesia. Bagaimana tidak. Sebelum Djohar Arifin Husin terpilih sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo, 9 Juli 2011, situasi panas sudah berlangsung di mana Nurdin Halid sebagai aktor utamanya kala itu.
Konflik pun ternyata tidak reda, saat Djohar duduk sebagai suksesor Nurdin. Keputusan-keputusan PSSI pimpinan Djohar dianggap tidak tepat dan menimbulkan berbagai pergolakan di persepakbolaan Indonesia. Dari berbagai permasalahan yang terjadi, lahirlah Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI). Sepanjang tahun 2012 konflik tidak mereda.
Bahkan, akan terus berlanjut ke tahun 2013. Setelah kembali diberikan kesempatan oleh FIFA untuk menyelesaikan konflik, otoritas tertinggi sepak bola dunia itu pun menambah durasi batas waktu penyelesaian kisruh sepak bola Indonesia hingga Maret 2013. Dari jangka waktu yang hanya kurang lebih tiga bulan, baik PSSI maupun KPSI dituntut bisa duduk bersama mencari solusi terbaik dari konflik yang terjadi.
Selain sanksi FIFA yang masih membayangi persepakbolaan Indonesia, masih ada beberapa masalah krusial yang dihadapi sepak bola Indonesia pada tahun 2013, seperti perkembangan kompetisi yang selama ini masih terjadi dualisme, yaitu Indonesian Premier League (IPL) dan Indonesian Super League (ISL). Pada musim kompetisi 2012/2013, Kompetisi IPL dan ISL memang diminta untuk jalan masing-masing sampai kembali dibentuknya satu liga antara tahun 2014 atau 2015.
Tapi, permasalahan di kompetisi sepertinya masih akan panjang. Fakta terbaru, baik IPL maupun ISL akan berjalan sendiri-sendiri pada tahun 2013. PSSI dengan LPIS berencana memutar IPL pada 9 Februari 2013. Sementara ISL di bawah operator PT Liga Indonesia (Liga)— yang menjadikan KPSI sebagai induk organisasi—akan memutar roda kompetisi lebih cepat, yakni 5 Januari 2013.
“Adanya permasalahan ini akan kami komunikasikan dengan FIFA dan AFC. Dari apa yang terjadi saat ini, tentu akan ada konsekuensi yang bisa didapat sepak bola Indonesia. Bisa saja sanksi akan benar-benar akan dijatuhkan, karena FIFA melihat tidak ada perkembangan ke arah yang lebih baik,” ujar anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Sihar Sitorus.
Selain dua masalah penting di atas, problem di dalam tubuh tim nasional Indonesia juga masalah penting yang harus diselesaikan pada tahun 2013. Dalam periode 2012, tidak hanya organisasi dan kompetisi yang dibayangi dualisme, tapi timnas yang seharusnya diisi anak-anak bangsa terbaik juga mengalami hal yang sama. Dualisme di tubuh timnas bukan tidak mungkin akan terus terjadi pada tahun 2013. Hal ini mengingat adanya beberapa event penting yang akan dilalui tim Garuda tahun 2013.
Timnas diminta bermain baik di Pra-Piala Asia (PPA) 2015, di mana tim Garudatergabung dengan Arab Saudi, Irak, dan China di Grup C. Laga perdana pun akan dimainkan pada 6 Februari mendatang, saat tim Garudadijamu Irak. Selain PPA 2015, tim Garudapun akan menjalani agenda penting pada akhir 2013, yakni SEA Games 2013 Myanmar.
Di sini, permasalahan pun membayangi. Kemungkinan besar, timnas U-23 yang akan berlaga tidak hanya dibentuk PSSI sebagai induk tertinggi sepak bola Indonesia. “Konflik tidak hanya di tingkat pengurus, tapi juga akan berimbas kepada timnas. Karena itu, kami akan coba mengawal. Intinya, timnas harus satu dan diisi atlet-atlet terbaik yang dimiliki Indonesia. Tapi, memang, jalannya tidak akan mudah dan akan ada teknis yang harus dilalui bersama,” ungkap Ketua Task Force (TF) bentukan pemerintah Rita Subowo. - agen casino
Tidak ada komentar:
Posting Komentar